Penerbit Darul Haq

Tafsir Al-Quran Syaikh Abdurrahman as-Sa’di (Bonus Tafsir Juz ‘Amma)

Rp1.050.000

  • Judul Asli: Taisir Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan
  • Judul edisi Terjemah: Tafsir al-Qur’an as-sa’di
  • Penulis: Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di
  • Jumlah Hlm.: Jilid 1: 620 hal.; Jilid 2: 592 hal.; Jilid 3: 684 hal.; jilid 4: 776 hal.; Jilid 5: 764 hal.; Jilid 6: 696 hal.; Jilid 7: 696 hal.
  • Ukuran: 16 x 24,5 cm.
Telah Dilihat 259 Pengunjung

Sebagai firman Allah E, al-Qur’an adalah landasan paling mendasar bagi setiap muslim dalam berakidah, beribadah, bermuamalah dan beretika. Di samping sebagai mukjizat paling agung sepanjang masa, al-Qur’an juga merupakan konsep hidup dan referensi paling otentik dari sejarah manusia, sejak Nabi Adam S sampai penutup para rasul, Muhammad z. Tidak saja memuat perintah-perintah dan larangan-larangan Allah, tapi juga memuat rahasia-rahasia penciptaan yang hebat. Tidak hanya memuat aturan halal dan haram, tapi juga memuat kekuatan sastra yang tak pernah dapat tertandingi.

Karenanya, adalah keniscayaan bagi setiap muslim untuk mempelajari, merenungi dan mengamalkan ayat demi ayat dari Kitab Suci yang agung ini.

Tafsir as-Sa’di adalah satu di antara sekian banyak kitab-kitab tafsir yang merupakan kekayaan ilmiah dunia Islam; memiliki keunggulan sebagai kitab tafsir paling simple, paling padat makna dan tidak banyak menyuguhkan ikhtilaf (perbedaan pendapat) dari sisi penafsiran.

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di V, -salah seorang ulama besar muta`akhkhirin yang juga guru dari Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin V– menempuh metode penulisan tafsir yang enak dibaca dan dinikmati oleh semua kalangan, di samping beliau dikenal dalam dunia Islam sebagai ulama yang memiliki akidah yang bersih dari noda-noda hitam golongan al-Mu’aththilah, al-Musyabbihah maupun al-Mufawwidhah. Tafsir as-Sa’di patut dimiliki oleh setiap muslim, sebagai bacaan harian ataupun sebagai rujukan untuk memahami makna-makna al-Qur`an, sebagai sarana untuk berta’abbud dan beraudiensi dengan Dzat yang telah menciptakan manusia. Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur`an dan mengajarkannya, demikian sabda Rasulullah z.

Dalam pengantarnya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin V berkata,

“Tafsir ini adalah sebaik-baik buku tafsir, karena memiliki banyak keistimewaan, di antaranya adalah disuguhkan dengan gaya bahasa yang sederhana dan jelas yang dapat langsung dipahami oleh orang yang terpelajar maupun orang awam. Keistimewaan lainnya adalah menghindari kalimat-kalimat sisipan yang bertele-tele yang tidak ada manfaatnya kecuali hanya akan membuang-buang waktu. Yang lainnya adalah menghindari perbedaan pendapat dalam penafsiran, kecuali yang prinsipil yang memang harus disebutkan. Keistimewaan lainnya adalah bahwa buku ini tegak di atas manhaj as-Salaf ash-Shalih yang merupakan asas dalam akidah yang lurus. Dan keistimewaan lainnya adalah rinci dalam mengambil kesimpulan yang ditunjukkan oleh ayat-ayat, berupa: faidah-faidah, hukum-hukum, dan hikmah-hikmah. Sebagai contoh, Syaikh as-Sa’di, penulis, menyebutkan faidah dari ayat wudhu dalam Surat al-Ma`idah, tidak kurang dari lima puluh faidah.”

Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz V berkata tentang beliau, “Beliau V adalah seorang yang luas ilmu fikihnya dan memiliki perhatian yang serius terhadap yang rajih berdasarkan dalil dari masalah-masalah khilafiyah…. Saya telah menghadiri majlis beliau tidak hanya sekali di Riyadh; beliau tidak banyak bicara kecuali dalam masalahmasalah ilmu. Beliau juga seorang yang tawadhu’ (rendah hati), berakhlak mulia. Siapa yang membaca kitab-kitab karya tulis beliau, akan mengenaui keutamaan, ilmu dan perhatian beliau terhadap dalil. Mak semoga Allah melimpahkan rahmat yang luasbagi beliau.”

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani V juga berkata tentang beliau, “Sebatas telaah saya terhadap tafsir beliau ini, jelas bagi saya bahwa beliau adalah seorang peneliti pandangan yang selektif berdasarkan kaidah-kaidah Syari’at, dan beliau sam sekali bukan seorang yang kaku dan panatik. Saya telah bertemu beliau di Damaskus sebelum empat puluh tahun lebih, dan saya telah mendapatkan ilu yang banyak dari beliau. Dan saya melihat langsung pada diri beliau sifat tawadhu’ seorang ulama, dan beliau dalam hal ini adalah sebagaimana pada umumnya ulama-ulama Najed, yang mengingatkan kepada kita akan akhlak dan sikap tawadhu’ para ulama terdahulu.”

Jilid 1 : Surat Alfatihah, Al-Baqarah dan Ali Imran
Jilid 2 : Surat An-Nisa, Al-Ma’idah, Al-An’am
Jilid 3 : Surat Al-A’raf s/d Yusuf
Jilid 4 : Surat Ar-Ra’d s/d Al-Hajj
Jilid 5 : Surat Al-Mu’minun s/d Saba’
Jilid 6 : Surat Fathir s/d Qaf
Jilid 7 : Surat Adz-Dzariyat s/d An-Nas

Home
Akun
Order
Chat
Cari