Penerbit Darul Haq

RESENSI BUKU PARA SHAHABIYAT NABI Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Judul Asli: Shuwar min Siyar ash-Shahabiyat radhiyallahu’anhunn

Pemesanan, Klik : Pesan Buku Para Shahabiyat

 

URGENSI TEMA BUKU

Generasi sahabat adalah generasi terbaik, dari semua segi dan kategori; baik keteguhan Iman dan Islam, kedalaman ilmu, kesungguhan dalam ibadah, kelurusan hidup, pengabdian, perjuangan, pengorbanan, keteladanan dan sebaginya. Itulah sebabnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian yang menyusul mereka, kemudian yang menyusul mereka.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari).

Keunggulan dan keutamaan generasi sahabat mencakup kaum laki-laki dan kaum wanita, yang dikenal dengan istilah shahabiyat. Dan buku kita kali ini, sebuah buku bagus yang mengurai indah perjalanan hidup para sahabat dari kalangan wanita dalam rangka menjemput ridha Allah Ta’ala. Buku ini, memaparkan perjalanan hidup 39 orang wanita fenomenal yang hidup di zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai shahabiyat, yang mengabdikan hidup mereka dan berkorban dalam meninggikan kalimat Allah di muka bumi. Ke 39 wanita ini adalah figur-figur sejati bagi kaum kaum Muslimah bahkan kaum Muslimin secara umum. Karena itu, buku ini patut menjadi bacaan setiap kaum Muslimin, dari semua kalangan.

SIMULASI SAJIAN BUKU

Perjalanan hidup shahabiyat pertama yang disajikan dalam buku ini adalah istri pertama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Khadijah binti Khuwalid . Wanita ini penuh dengan prestasi gemilang, yang membuat beliau dikenang oleh sanubari sejarah dan namanya tertulis dengan tinta emas dalam peradaban islam.

Akan tetapi, kita simak terlebih dahulu perjalanan hidup shahabiyat kedua yang disajikan dalam buku ini, yaitu istri kedua dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Aisyah , bahkan beliau ini adalah istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dunia dan akhirat, sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits.

Nah, perjalanan hidup wanita hebat ini, terurai apik dalam buku ini, yang dapat kami simulasikan secara ringkas sebagai berikut:

Pertama: Aisyah  adalah orang paling dicintai oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari kalangan wanita dan sekaligus putri dari seorang laki-laki yang paling dicintai Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Abu Bakar ash-Shiddiq Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dalam hadits Amr bin al-Ash Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ‘Siapa yang paling Anda cintai wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Aisyah’. Aku balik bertanya, ‘Dari kaum laki-laki?’ Beliau bersabda, ‘Bapaknya’.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari).

Kedua: Aisyah  meraih semua keagungan dan keberkahan itu, adalah karena beliau adalah murid wanita yang paling banyak meraup ilmu dari didikan sang guru agung, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau hidup bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sejak berumur 9 tahun, setelah membina rumah tangga dengan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahkan beliau dinikahi oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dua tahun sebelum itu. Dan karena itu, Aisyah  adalah wanita yang paling mengetahui tentang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, karena dia hidup bersama beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sejak muda belia. Aisyah  adalah wanita yang paling mengetahui tata cara hidup Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam keluarga dan bersama itu, Aisyah  memiliki rumah yang bersebelahan dengan masjid Nabawi, sehingga dia juga mengetahui banyak hal tentang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika beliau berada di masjid.

Ketiga: Maka menjadi fakta tak terbantahkan bahwa Aisyah  kemudian muncul menjadi seorang ulama sekaligus guru besar bagi orang-orang besar dari generasi setelah beliau bahkan juga guru dari orang-orang besar dari generasi para sahabat, seperti Abdullah bin az-Zubair, Urwah bin az-Zubair, Abdullah bin Abbas, dan lainnya , yang mereka semua adalah para ulama yang fenomenal dari generasi yang penuh berkah itu.

Perhatikanlah perkataan Urwah berikut ini, yang menggambarkan dalamnya ilmu Aisyah . Urwah berkata, “Sungguh aku telah menyertai Aisyah  (bibiku), dan aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mengetahui tentang sebuah ayat yang diturunkan, apa yang diwajibkan, sunnah, sya’ir, siapa yang lebih banyak sy’airnya, peristiwa-peristiwa penting bangsa Arab, silsilah nasab bangsa Arab, lalu peradilan, dan bahkan pengobatan, dibanding beliau .” (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya`).

Bahkan Imam az-Zuhri  pernah berkata, “Seandainya ilmu Aisyah i dibandingkan dengan ilmu seluruh kaum wanita, niscaya ilmu Aisyah  lebih unggul.” (Diriwayatkan oleh al-Hafizh Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah).

Ke empat: Sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, disamping menjadi guru bagi kaum Muslimin pada umumnya, dan para ulama di zaman itu pada khususnya, Aisyah terkenal sebagai sosok ahli ibadah, zuhud dan panutan bagi kaum Muslimin.

Ke lima: Aisyah  adalah istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dunia dan akhirat. Imam al-Hafizh Adz-Dzahabi  berkata, “Cinta Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada Aisyah  adalah suatu yang masyhur, karena itu para sahabat apabila hendak memberikan hadiah kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mereka biasanya menunggu kesempatan saat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berada di rumah Aisyah . Dan ini sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah sendiri.”

Istri-istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang lain tentu saja pernah protes mengenai ini, tetapi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Janganlah kalian menyakitiku terkait Aisyah , karena demi Alah, aku tidak pernah menerima wahyu saat aku berada dalam selimut seorang wanita dari kalian selain Aisyah.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim).

Imam dz-Dzahabi mengomentari hadits ini dengan berkata, “Jawaban Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini menunjukkan bahwa keutamaan Aisyah  dibanding istri-istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang lain adalah berdasarkan perintah Allah, di balik cinta beliau kepada Aisyah , dan bahwa hal itulah salah satu sebab Nabi aShallallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat mencintai Aisyah .”

Sebagai tambahan informasi, baru-baru ini dirilis sebuah hasil studi menyeluruh tentang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan Aisyah  dalam bingkai nalar dan kajian manusia modern. Studi terfokus pada hubungan cinta antara Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang telah melewati umur 40 tahun dengan Aisyah  yang baru berumur 9 tahun. Dan secara meyakinkan, hasil study menyimpulkan bahwa hubungan cinta di antara mereka berdua adalah cintai paling sejati yang pernah terjadi di antara sepasang sejoli manusia. Salah satu argumennya adalah bahwa Aisyah  meriwayatkan ribuan hadits kepada generasi setelah beliau dan tidak ditemukan di dalamnya sikap ketidaksukaan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Justru semua ungkapan di dalamnya adalah ungkapan cinta dan sayang yang paling indah dan paling jujur dari dalam sanubari seorang anak manusia.

Keenam: Salah satu keutamaan Aisyah yang tidak dimiliki oleh wanita lain, adalah bahwa Allah menurunkan ayat yang menyatakan kesucian dia dari tuduhan dusta orang-orang munafik terhadapnya. Simak kisah indah tentang ini secara apik dan utuh dalam buku ini; penuh nasehat dan renungan bagi setiap orang.

Inilah salah satu yang paling penting untuk dicermati oleh setiap kaum Muslimin terkait sirah atau perjalanan hidup wanita yang agung ini. Hal itu karena turunnya ayat dari atas tujuh langit yang menyatakan kesucian Aisyah , tentu saja menunjukkan keridhaan Allah kepadanya dan tentu pula keridhaan Rasulullah a yang merupakan suami beliau di dunia dan akhirat. Maka tidak ada yang tersisa setelah ini kecuali kedengkian dan kebencian orang-orang yang masih tega menjelek-jelekan bahkan mencaci ibunda kaum Mukminin ini. Dan inilah permusuhan hitam dan makar kejam para pengikut setan dari kaum Majusi yang mengaku sebagai bagian dari kaum Muslimin. Maka apa yang tertuang dalam buku ini tentang ibunda Aisyah , dan para sahabat wanita lainnya, sekaligus menjadi benteng bagi kita dalam menepis virus-virus jahiliyah yang masih berani diucapkan dan dipublikasikan oleh orang-orang sesat itu.

Akantetapi, sekalipun begitu hebat kedudukan dan keutamaan Aisyah , tetap saja dia cemburu kepada Kahdijah , padahal Khadijah telah wafat sebelum Aisyah  dinikahi oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Aisyah  berkata,

“Aku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari para istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana aku cemburu kepada Khadijah, padahal aku tidak sempat melihatnya (karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menikahiku setelah Khadijah wafat), akan tetapi karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sering kali menyebutkan tentang beliau. Bahkan pernah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyembelih seekor kambing, kemudian memotong-motong dagingnya, lalu mengirimkannya kepada teman-teman Khadijah. Aku malah pernah berkata (kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam), ‘Seakan-akan di dunia ini tidak ada wanita lain selain Khadijah?’ Maka beliau bersabda, ‘Dia telah melakukan ini dan itu’.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari).

Pertanyaannya: Kenapa dan bagaimana bisa?

Jawabannya adalah karena Khadijah, istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang pertama itu, memiliki pengabdian haru biru yang menggentarkan hati siapa yang membacanya. Di awal Islam, istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hanya Khadijah, dan di kala itulah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendapatkan penolakan hebat dari kaum Quraisy, di mana beliau diganggu, diejek,  dicaci maki, diludahi, di musuhi, dikucilkan, dipukuli, diserang, dilempari batu, bahkan diperangi. Dan salah satu yang Allah anugerahkan bagi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai penguat hatinya dalam menjalankan amanah dakwah adalah bahwa Allah menganugerahi beliau istri yang setia dalam suka dan duka, Khadijah . Dalam kala itu, Khadijah tidak saja mendukung Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan kasih sayang dan secara moral, akan tetapi dengan mengerahkan harta benda dan segala yang dimilikinya.

Karena itu semua, perhatikanlah hadits berikut ini, yang menunjukkan bagaimana kedudukan agung yang telah diraih oleh Khadijah  di sisi Allah.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ أَتَى جِبْرِيْلُ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ خَدِيْجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ ، فَإِذَا هِىَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلاَمَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّى ، وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِى الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ ، لاَ صَخَبَ فِيهِ وَلاَ نَصَبَ.

Dari Abu Hurairah , beliau berkata, “Malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah! Itu ada Khadijah datang membawa bejana yang bersisi lauk pauk dan makanan atau minuman, maka apabila dia tiba kepadamu, sampaikanlah salam dari Tuhannya dan dariku, dan sampaikanlah kabar gembira kepadanya bahwa dia akan mendapatkan rumah di surga yang dibangun dari emas, yang tidak ada kegaduhan di dalamnya dan tidak pula keletihan.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari).

Apa yang kami sebutkan di sini, hanya secuil dari hamparan mutiara dari pengabdian kedua orang wanita agung ini. Karena itu, selebihnya silahkan Anda kaji dalam buku ini.

PENUTUP

Wanita adalah makhluk Allah yang istimewa yang memiliki peranan penting dalam kehidupan ini, karena wanita adalah separuh umat yang melahirkan separuh umat yang lain. Kebaikan dan keburukan suatu umat, kembali kepada peran wanita, dan karena itulah musuh-musuh Islam berusaha sekuat tenaga untuk merusak kaum wanita. Dan salah satu cara yang mereka lakukan secara sitematis adalah menjauhkan kaum Muslimah dari Muslimah-muslimah agung generasi awal umat ini, yaitu shahabiyat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena itu, kaum wanita dewasa ini sebagaimana yang kita saksikan –kecuali yang Allah dirahmati Allah-sama sekali tidak memiliki jati diri yang membanggakan.

Nah, mudah-mudahan buku ini menjadi jembatas emas untuk menjemput figur sejati sebagai wanita-wanita Muslimah; agar kisah hidup, perjuangan dan pengorbanan mereka menjadi cermin yang akan mengajari kaum wanita tentang bagaimana memaknai hidup dengan sebenarnya.

Sajian buku memang tidak luas dan tidak panjang lebar, akan tetapi justru inilah kelebihan karakter buku ini. Artinya, setiap peribadi yang dimuat, sejarah hidupnya disajikan secara simpel dan sederhana, tetapi menggambarkan peribadinya yang agung dan penuh pesona.

Dalam buku ini Anda dapat mengkaji biografi para wanita mulia, yaitu: (1). Khadijah binti Khuwalid. (2). Aisyah binti Abu Bakar p. (3). Hafshah binti Umar p. (4). Juwairiyah binti al-Harits p. (5). Zainab binti Jahsy. (6). Ummau Salamah. (7). Fatimah putri Nabi a. (8). Ruqayyah putri Nabi a. (9). Asma` putri Abu Bakar. (10). Asma` binti Umais. (11). Asma` binti Yazid. (12). Umamah binti Abul Ash. (13). Umaimah binti Shahib. (14). Jamilah binti Sa’ad. (15). Halimah as-Sa’diyah. (16). Barakah binti Tsa’labah. (17). Ummu Haram binti Milhan. (18). Ummu Khalid binti Khalid. (19). Khaulah binti Hakim. (20). Ummu ad-Dahdah. (21). Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz. (22). Ummu Ruman. (23). Ummu Sulaim. (24). Sumayyah. (25). Asy-Syaima` binti al-Harits. (26). Shafiyah binti Abdul Muththalib. (27). Atikah binti Zaid. (28). Ummu Athiyah. (29). Fathimah binti Asad. (30). Fathimah binti al-Khaththab. (31). Furai’ah binti Malik. (32). Ummu al-Fadhl. (33). Ummu Ma’bad. (34). Ummu al-Mundzir. (35). Kabsyah binti Rafi’. (36). Umu Umarah. (37). Ummu Hisyam. (38). Hindun binti Utbah. Dan (39). Ummu Waraqah.

Dan pada setiap biografi dari masing-masing wanita ini terkandung banyak pelajaran dan petuah indah bagi orang-orang yang mencari figur sejati.

Pemesanan, Klik : Pesan Buku Para Shahabiyat

Telp. 021-84999585, SMS/WA. 0813 8236 1477

 

Telah dilihat 48 pengunjung

Home
Akun
Order
Chat
Cari