Darul Haq

RIYA` DALAM IBADAH

Dari Buku : Dosa-dosa yang Dianggap Biasa


Di antara syarat diterimanya amal shalih adalah bersih dari riya` dan sesuai dengan sunnah. Orang yang melakukan ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain, maka dia telah terjerumus ke dalam perbuatan syirik kecil dan amalnya menjadi sia-sia belaka. Misalnya, shalat agar dilihat oleh orang lain. Allah Eberfirman,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya` (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisa’: 142).

Demikian juga, jika ia melakukan suatu amalan dengan tujuan agar diberitakan dan didengar oleh orang lain, maka ia termasuk syirik kecil. Rasulullah H memberi peringatan kepada mereka dalam hadits yang diri-wayatkan oleh Ibnu Abbas L,

مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللّٰهُ بِهِ وَمَنْ رَاءَى رَاءَى اللّٰهُ بِهِ.

“Barangsiapa melakukan perbuatan sum’ah, niscaya Allah akan memperdengarkan (aib)nya dan barangsiapa melakukan perbuatan riya`16, niscaya Allah akan memperlihatkan (aib)-nya,”17

Barangsiapa melakukan suatu ibadah tetapi ia melakukannya karena mengharap pujian manusia di samping ridha Allah, maka amalannya menjadi sia-sia belaka. Seperti disebutkan dalam hadits qudsi,

أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيْهِ مَعِيْ غَيْرِيْ تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ.

“Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa melakukan suatu amal dengan dicampuri perbuatan syirik kepadaku, niscaya Aku tinggalkan dia dan (tidak Aku terima) amal syiriknya.”18

Barangsiapa melakukan suatu amal shalih, tiba-tiba terbetik dalam hatinya perasaan riya`, tetapi ia membenci perasaan tersebut, berusaha melawan dan menyingkirkannya, maka amalannya tetap sah. Berbeda halnya jika ia hanya diam dengan timbulnya perasaan riya`, maka menurut sebagian besar ulama, amal yang dilakukannya menjadi batal dan sia-sia.


16       Perbuatan riya` adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan cara terten-tu supaya dilihat orang lain dan dipujinya. Misalnya, seseorang melakukan shalat, lalu memperindah shalatnya, tatkala mengetahui ada orang yang melihat dan memperhatikannya.

Sedangkan perbuatan sum’ah adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan maksud agar didengar dan dipuji orang lain. Misalnya, seseorang membaca al-Qur`an, lalu memperindah suara dan lagunya tatkala mengetahui ada orang yang mendengar dan memperhatikannya, pent.

17       Diriwayatkan oleh Muslim, 4/2289.

18       Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2985.

Telah dilihat 185 pengunjung

Home
Akun
Order
Chat
Cari