Darul Haq

Hewan ternak yang boleh dijadikan sebagai hewan kurban

Sumber : Fikih Muyassar Panduan Praktis Fikih Dan Hukum Islam Lengkap Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah


Udhhiyyah tidak sah kecuali bila yang disembelih adalah unta atau sapi atau kambing, berdasarkan Firman Allah D,

“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut Nama Allah terhadap binatang-binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka.” (Al-Haj: 34).

Hewan ternak tidak keluar dari ketiga jenis hewan ini. Di samping itu, tidak ada riwayat dari Nabi H dan seorang sahabat pun bahwa mereka berkurban dengan selain tiga jenis ini.

Satu ekor kambing dalam udhhiyyah cukup untuk seorang laki-laki berikut anggota keluarganya. Dalam hadits Abu Ayyub I, dia berkata,

كَانَ الرَّجُلُ فِيْ عَهْدِ رَسُوْلِ اللّٰهِ  يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ، فَيَأْكُلُوْنَ وَيُطْعِمُوْنَ.

Seorang laki-laki di zaman Rasulullah H berkurban seekor kambing untuk dirinya dan anggota keluarganya, lalu mereka makan (darinya) dan memberi makan.[1]

Sah berkurban dengan menyembelih satu ekor unta atau satu ekor sapi untuk tujuh orang, berdasarkan hadits Jabir I, dia berkata,

نَحَرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللّٰهِ  عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ.

Kami menyembelih bersama Rasulullah H pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang.[2]


[1]     Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, no. 3147; dan at-Tirmidzi, no. 1505, dan beliau menshahihkannya; dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Ibni Majah, no. 2563.

[2]     Diriwayatkan oleh Muslim, no. 1318.

Telah dilihat 475 pengunjung

Home
Akun
Order
Chat
Cari